Hari Guru, Siswa SMK 17 Magelang Basuh Kaki Guru

wpid-2511-basuh-kaki1.jpgMAGELANG – ‘Trima Kasihku, Kuucapkan. Pada Guruku yang tulus. Ilmu Yang berguna, slalu dilimpahkan, untuk bekalku nanti. Setiap hariku, dibimbingnya. Agar tumbuhlah bakatku. Kan Kuingat slalu, nasehat guruku. Trima kasih ucapkan”.

Lagu berjudul ‘Trima Kasih” mengiringi ritual pembasuhan kaki kepada kepala sekolah dan guru di SMK 17 Kota Magelang tepat di hari Guru Nasional ke 70, Rabu (25/11). Inilah yang dilakukan ratusan anak didik yang sebagian besar siswa putri, dalam memberikan kado istimewanya kepada para guru. Sederhana, namun pembasuhan kaki ini membuat para guru tidak kuasa menahan tangisnya.

Para guru dibasuh kakinya menggunakan air kembang mawar merah putih, menyimbolkan kecintaan anak terhadap orang tuanya. Usai membasuh kaki, anak-anak mencium tangan guru sebagai tanda bakti. Pun demikian dengan para murid, mereka juga tidak kuasa menahan air matanya yang tumpah dari kedua pelupuk mata.

Suasana mengharukan sudah terasa di saat upacara hari guru dengan para petugas upacara seluruhnya dilakukan oleh guru di halaman sekolah. Usai pengibaran bendera Merah Putih, wakil kepala sekolah Tri Setyo Nugroho membaca pusi karya WS Rendra berjudul Sajak Batang Lisong. Begitu puisi usai dibacakan, ratusan siswa lain berhamburan keluar dri dalam masing-masing membawa setangkai bungai berwarna kuning. Tiba-tiba, terdengar seorang siswa menyanyikan lagu Hymne Guru dan siswa pembawa bunga maju kedepan memberikan ucapan selamat hari Guru seraya memberikan bunga.

Setelah itu, seorang siswa membawa baskom berisi air kembang diletakkan di tengah-tengah halaman. Di sekitar baskom, ditaburi bunga mawar yang harum mewangi. Saat itu, para guru didahului kepala sekolah Ir Widodo diminta untuk maju. Siswa minta kaki guru dimasukkan kedalam baskom dan mereka segera membasuhnya. Lagu “Trima Kasih’ masih terdengar dan hal itu membuat suasana semakin mengharukan.

Di saat guru dan siswa masih menangis haru, tiba-tiba terdengar lagu selamat ulang tahun milik Jamrud. Beberapa siswa maju ke depan membawa kue tart lengkap dengan liling angka 70. Kue ini diberikan kepada para guru sebagai ucapan HUT Guru ke 70. Suasana yang semula mengharukan berubah menjadi ceria. Anak-anak langsung berbaur kembali mengucapkan selamat ulang tahun kepada guru. Beberapa siswa yang selama ini dipandang bandel diminta untuk maju, dan oleh guru langsung diberi hukuman dengan cara diolesi dengan krim dari kue tart. Akhirnya, tidak ada jarak yang menakutkan antara guru dan murid, mereka semua saling berpelukan dan tertawa ceria.

Salah seorang guru, Sulystiorini mengaku sangat terharu dengan hal ini. Ia tidak menyangka anak didiknya akan memberi kado yang istimewa dan tidak disangka-sangka. “Jarang-jarang ada guru diberi hadiah seperti ini. Ini jadi moment yang baik bagi kami para guru untuk terus mencintai dan menyayangi, menjadikan mereka sebagai anak yang selalu hormat,” katanya.

Ia pun kemudian meminta anak didiknya untuk selalu rajin belajar agar kelak menjadi anak yang sukses.

Salah satu siswa, Vivi Fadila R yang terlihat selalu meneteskan air mata mengaku teringat kebandelannya. Ia sering membuat guru marah karena ulahnya. “Saya ingat kesalahan-kesalahan yang sering saya perbuat, padahal bapak ibu guru sudah sangat baik pada anak didiknya. Mereka berusaha sekuat tenaga agar kita menjadi anak-anak yang baik dan pintar. Tapi malah saya sering marah kalau dinasehati,” katanya sambil mengusap air matanya.

Kepala Sekolah SMK 17, Ir Widodo mengatakan, apa yang dilakukan oleh para anak didiknya, merupakan hal yang membanggakan. Karena disaat sekarang banyak siswa yang tidak menaruh hormat pada guru, ternyata anak didiknya memberikan cara yang baik dalam menghormati para guru.Kegiatan semacam ini, menunjukan karakter yang baik para siswa.

Sedangkan Tri Setyo Nugroho menambahkan, sebagai guru, ia selalu ingin memberikan motivasi kepada  anak didiknya. Ia juga berharap  apa yang dilakukan dan diperjuangkan bukan hanya sebagai slogan dalam lagu dan visi misi saja, namun jadi bukti konktrit, bahwa guru Indonesia, punya tanggung jawab besar membangun negara ini menjadi negara yang bermartabat.

dikutip dari http://metrojateng.com/2015/11/25/hari-guru-siswa-smk-17-magelang-basuh-kaki-guru/

 February 14th, 2017   Kabar Sekolah Add New

Leave a Reply